Oleh : Fauzia Kholida, S.Pd

“Ahhh… Bosan… Ahhh… Bikin ngantuk… Ahhh… Males bangett…”

Dan Ahhh-Ahhh yang lain.

Itulah kalimat yang dulu sering saya ucapkan ketika mata pelajaran PPKn sedang atau akan berlangsung di kelas sejak SD hingga SMA.

Jujur, saya tidak pernah suka, atau bisa dibilang sangat benci. Jangankan menghafalkan materinya, membacanya saja sudah ogah-ogahan. Ditambah lagi gurunya yang selalu ceramah panjang kali lebar, semakin klop dehh rasanya.

Setelah lulus SMA dan saya memutuskan untuk belajar lagi (kuliah), saya sempat bingung, kira-kira jurusan apa yang akan saya ambil. Saat itu ada banyak jurusan yang tampak di depan saya, trmasuk di dalamnya PPkn.

“Wadaww.. Wadidaww.. PPKn lagi,” ucap saya dalam hati.

“Masak iya, mau mempelajari PPKn selama 4,5 tahun lamanya.. Ahh yang benerr…”

Akhirnya saya coba untuk sedikit demi sedikit membuka buku yang ada kaitannya dengan PPKn. Saya baca lembar demi lembar hingga tak terasa kok sudah berpuluh-puluh lembar! Woww! Amazing banget!

Di lain waktu saya membaca lagi literatur yang lain. Dari situlah hati saya mulai sreg dan mantap untuk mengambil jurusan PPKn.

Setelah saya jalani, saya semakin menikmatinya. Sedikitpun tidak ada penyesalan. Ternyata banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari situ. Tidak hanya ilmu tentang kenegaraan, tetapi ada juga ilmu politik, filsafat, hukum, sejarah, ekonomi, antropologi,  sosiologi dan lain-lain.

Dalam mata pelajaran PPKn itu benar-benar sarat akan nilai-nilai yang sangat bisa diyanamkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap dan bertingkah laku.

Terkadang sampai detik ini saya tidak habis pikir, kok bisa ya saya jadi guru PPKn? Mata pelajaran yang dulu sangat saya benci. Kalau istilah Jawa-nya, “gething nyanding”

Tapi saya yakin, ini semua sudah diatur oleh Allah, dan semua yang Allah berikan tentu yang terbaik. Dan Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan menikmatinya.

Berkaca dari pengalaman saya saat menjadi siswa, kini saya pun ingin membuat siswa saya tidak mengalami apa yang dulu saya alami. Ya, saya ingin membuat mereka menyukai pelajaran PPKn. Saya akan merubah mindset mereka bahwa PPKn itu ga garing, ga bikin gabut, so pasti auto asyik deh!

Ketika saya mendapati ada siswa saya yang boring dengan pelajaran ini, maka pasti akan saya bantu dengan berbagai cara untuk menumbuhkan mood belajar mereka, termasuk menggunakan berbagai metode dalam mengajar di kelas seperti metode tutor sebaya, bermain peran, dan masih banyak lagi.

Dengan menggunakan metode yang bervariasi itulah saya berkeyakinan bahwa siswa akan lebih giat belajar dan happy dalam pembelajaran. Dan Alhamdulillah, respon para siswa pun sangat senang dan antusias.

Leave a Comment