Oleh : Wiwit Setyowati, S.Pd

Dalam perjalanan menuntut ilmu pasti ada lika-liku di dan suka duka yang dialami oleh siswa, termasuk permasalahan yang sering terjadi baik masalah pribadi, masalah dengan teman hingga keluarga. Mulai dari masalah kecil hingga masalah yang perlu mendapatkan penanganan serius. Hal ini wajar dialami semua orang termasuk siswa yang notabenenya adalah manusia biasa.

Untuk memecahkan permasalahan yang ada pada siswa, selain guru BK beserta jajaran guru yang lainnya dalam lingkup sekolah, siswa juga turut andil dan memiliki pengaruh besar. Karenanya, siswa pun dilibatkan dalam pemecahan masalah dengan Layanan Konseling Kelompok sebagaimana yang dilakukan siswa-siswi kelas VII-C SMP Muhammadiyah 1 Jombang di ruang BK. (9/9/2019)

Dengan Layanan Konseling Kelompok, siswa memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui dinamika kelompok.

Adapun masalah yang dibahas dalam forum kelompok ini adalah masalah pribadi, sosial, belajar, maupun masalah karier. Anggota kelompok harus bisa menjaga rahasia, harus terbuka, mandiri dan berperan aktif dalam kegiatan konseling.

Ada beberapa tahapan dalam layanan ini. Pertama, pembentukan. Guru BK menerima anggota kelompok secara terbuka, guru BK mengucapkan terima kasih, berdoa bersama, guru menjelaskan pengertian konseling kelompok serta tujuan dan azas konseling kelompok. Kedua, perkenalan nama  siswa. Ketiga, peralihan yang berisi tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut. Keempat, kegiatan inti. Dalam kegiatan ini guru BK mempersilahkan anggota kelompok untuk menyampaikan masalahnya masing-masing secara bergantian, mengajak siswa untuk aktif dalam pembahasan masalah, serta menegaskan komitmen anggota kelompok yang masalahnya telah dibahas. Kegiatan ini ditutup dengan penyampaian kesan dan pesan dari siswa serta ucapan terima kasih dan doa yang dipimpin oleh guru BK.

Layanan konseling yang dijadwalkan secara bergantian setiap kelas ini bertujuan untk melatih siswa agar berani bicara dihadapan orang banyak serta dapat bertoleransi dengan temannya, mengembangkan bakat dan minat masing-masing, mengentaskan permasalahan-permasalahan yang dihadapi kelompok, dan melatih siswa untuk berani melakukan sharing dalam kelompok.

Leave a Comment