Ada yang menarik di SMP Muhammadiyah 1 Jombang populer disebut SMP Muhisa, ketika menggelar pra munaqosyah. Apa itu Pra Munaqosyah? Guru SMP Muhisa, Wiwit Setyowati, S.Pd, disapa ustadzah Wiwit menjelaskan Pra-Munaqasyah tartil adalah ujian bagi siswa yang telah menyelesaikan mengaji UMMI Jilid 1-6, Al-Qur’an, Ghorib dan tajwid.
Adapun yang diujikan, kata ustadzah Wiwit berupa fashohah (kejelasan bacaan dalam setiap ayat), tartil (cara membaca ayat dalam Al Qur’an), tajwid (pengucapan huruf ketika membaca ayat), ghorib (bacaan yang jarang di dalam Al Qur’an), serta hafalan panjang dan hafalan pendek. Nah, tandas ustadzah Wiwit mengulang hasil pra munaqasyah dari tim pengujinya ustadzah Zuly selaku trainner Umda bahwa bahwa secara umum siswa dalam membaca Al Qur’an, tajwid, gharib dan hafalannya sudah bagus. Tapi ada beberapa catatan sebagai evaluasi agar saat munaqosyah lebih baik lagi.
Catatan evaluasi dimaksud, kata ustadzah Wiwit pertama sebagian dari siswa mengajinya belum menggunakan nada Ummi, maka diharapkan pada saat munaqosyah harus semua memakai nada Ummi.
Kedua, sebenarnya dalam membaca Al Qur’an sudah bagus, tapi terkadang tidak lancar karena kurangnya nderes. Ketiga beberapa siswa ada yang tidak mengetahui nama surat di Juz 30. Yang bisa berpengaruh pada pencapaian nilai. Terakhir, ucap ustadzah Wiwit, ada tiga siswa tahfidz yang masih belum sesuai dnegan metode yang digunakan sehingga harus mengulang agar nilainya standart KKM. Berdasarkan hal ini, lanjut ustadzah Wiwit, untuk itu siswa harus betul-betul dibimbing lagi dan terus di dampingi. Jika dirasa tidak mampu, bisa mengikuti munaqosyah tahun depan.
“Harapan kami semoga saat munaqosyah, yang rencananya dilaksanakan hari Kamis 23 Juni 2022 bisa berjalan lancar, sukses, semua lulus dan berkah ilmunya aamiin,” doa ustadzah Wiwit.
Sekedar tambahan, ustadzah Wiwit menyebutkan kegiatan pra munaqosyah ini dilaksanakan pada (16/6). Dari kegiatan ini melibatkan enam ustadz-ustadzah TPQ untuk membantu menyimak hafalan siswa peserta pra munaqasyah.
“Kami melihat semangat yang luar biasa dan tidak mau menyerah. Sambil menunggu giliran, peserta terus muraja’ah dan belajar gharib. Melihat antusias siswa begitu besar kami optimis sekaligus bangga merasa bersama berjuang untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dan bisa lulus pada waktu munaqosyah,” harap ustadzah Wiwit.


