Pada hari Kamis tepat tanggal 14 Agustus 2025 di SMP Muhammadiyah 1 Jombang atau yang lebih dikenal dengan nama Muhisa turut merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 dengan mengadakan jalan sehat dan lomba.
Tentunya kemerdekaan ini tak luput dari keajaiban Tuhan yang patut kita syukuri, dan juga Para Pahlawan yang maju modal keberanian tanpa ada rasa takut kekurangan uang. Para Pahlawan sekarang telah tiada dan kita sebagai anak cucu Bangsanya, patut untuk merayakan hari berakhirnya penderitaan yang dahulu banyak dirasa masyarakat. Kita semua, keluarga besar Muhisa harusnya ikut merayakan hari kemerdekaan ini, bukan?
Hari yang mulai menampakkan matahari yang perlahan menaik dari arah Timur, sekiranya pukul 07.00, para siswa-siswi juga para guru telah bersiap dan berkumpul di Lapangan depan. Mereka berbaris sesuai level kelas dimana siswa kelas 7 di barisan terdepan, siswa kelas 8 di tengah dan yang paling tua di belakang, seperti biasa. Oh ya! Tak lupa berswa foto, mengabadikan momen yang bisa dikenang saat telah berpisah.
Saya yang merupakan kelas 8 berjalan dengan rombongan mulai berjalan dari sekolah menuju Masjid Al-Ma’shum, tapi beberapa dari kami sudah mengeluh capek. Biasa terjadi, tapi kami tetap bersemangat kok! Untungnya saja sekolah nggak ada rencana untuk berjalan menyusuri gunung. Tak terasa perjalanan sudah hampir usai, saya sudah berjalan di Devis Cafe. Hampir sampai, batin saya dalam hati.
Sekarang saya beserta kawan satu kelas kompak berjalan menuju Lapangan belakang bersama-sama. Dari sini saya sadar bahwa kekompakan ini adalah kunci dari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lomba pertama ini adalah lomba tarik tambang, dimulai dari tim perempuan lalu laki-laki. Para perempuan dan laki-laki yang ikut lomba ini sangat semangat, loh! Gimana enggak, ini adalah lomba yang tidak ada saat saya dan teman angkatan dulu kelas 7.
Tarik tambang sendiri adalah lomba yang memerlukan tenaga yang kuat dan strategi yang matang. Setelah selesainya lomba pertama, kini kita beralih melihat lomba selanjutnya, yaitu lomba memasukkan paku dalam botol secara kelompok. Wih, pertama kali lihat saya langsung tercengang begitupun dengan beberapa siswa-siswi yang lain.
Jadi murid yang ikut lomba memasukkan paku dalam botol ini harus menali badan masing-masing individu dengan tali yang terhubung ke team kelompoknya dan paku berada di tengah. Susahnya adalah ketika tali harus ditarik menyesuaikan botolnya hingga, paku bisa masuk. Wah ini, adalah lomba yang menurut saya paling saya sukai, meski awalnya kurang tertarik.
Lomba berikutnya adalah, lomba mengeluarkan dalam kardus. Lomba ini hanya diperuntukkan laki-laki saja, supaya bola dalam kardus keluar, kalian harus goyang! Goyangnya terserah semua dan sesukanya, akan tetapi kalau goyangnya harus memakai “SLE.” Semangat, lihai, dan energik. Yang lucu adalah ketika Kakak kelas saya didiskualifikasi karena kayang, mungkin kesabarannya habis. Ah… Sudahlah tak terasa sekarang waktunya lomba terakhir, lomba yang diperuntukkan bagi perempuan juga laki-laki.
Estafet air! Seru banget, disini kesabaran habis karena diguyup air. Jadi lomba ini menjadi yang terakhir untuk hari ini. Tapi keseruan belum selesai….
Besoknya, hari Jumat masih ada 3 acara yang akan berlanjut. Acaranya ada bazar atau bagi para murid ini adalah momentum yang tepat untuk mencari uang atau malah menguras uang. Lomba puisi dan karaoke lagu bertemakan kemerdekaan, kaget ternyata di Muhisa muridnya pintar membaca puisi dan menyanyi. Dan penutupannya adalah yang paling ditunggu! Pengumuman juara lomba.
Syaqila Rahmania Iffah

