
Kajian Remaja Islam Masa Kini (KARISMA) merupakan salah satu program kajian unggulan SMP Muhammadiyah 1 Jombang yang pertama kali muncul di awal pandemi Covid-19.
Kajian kekinian yang disiarkan langsung di Instagram ini mengusung tema-tema menarik sekaligus menghadirkan pemateri pilihan baik dari guru maupun tokoh inspiratif lainnya.
Mengawali tahun baru Islam 1443 H, KARISMA kembali hadir memberikan semangat baru lewat kajian kolaborasi antara Ustadzah Soelailah, STP dan Ustadzah Qurrotu Ainy. Dengan mengambil tema Momentum Hijrah di Tengah Wabah, kajian yang disajikan dalam bentuk postcast ini tak hanya diikuti oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Jombang saja tetapi juga diikuti oleh wali murid.
“Bukan berarti kita merayakan tahun baru Islam ya. Tahun baru Islam tidak untuk dirayakan, apalagi dengan perayaan seperti pada tahun baru Masehi karena dalam Islam tidak ada anjuran untuk itu. Hanya saja, kita memperingatinya dalam rangka memperdalam ilmu tentang apa itu Muharram dan juga sebagai muhasabah,” jelas Ustadzah Soelailah.
“Ini adalah momentum yang sangat tepat untuk berhijrah!” tambah beliau.
Selain penyampaian yang sangat jelas, interaktif dan asyik, beberapa pertanyaan dari siswa dan wali murid yang bervariasi dan kritis juga membuat kajian semakin menarik.
Seluruh siswa dan wali murid yang hadir dalam kajian live tersebut tampak sangat antusias. Berbagai pertanyaan mereka ajukan dan tiga pertanyaan terbaik mendapatkan doorprize berupa buku berjudul Monolog Janji yang merupakan buku karya siswa-siswi SMP Muhammadiyah 1 Jombang, salah satu buku yang menjadikan sekolah ini mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Aktif Literasi Nasional. Ketiga peserta dengan pertanyaan terbaik yang hari ini mendapatkan doorprize tersebut adalah Wali dari ananda Zaky M. Azami, ananda Dava Arsya dan ananda Dinda Ayu.
“Di moment tahun baru Islam ini, mari kita berbenah. Berhijrah dari masa lalu yang kelam menuju masa depan yang lebih baik lagi. Yang telah berlalu mari kita jadikan pelajaran. Ada sebuah pepatah, ‘Tak peduli pada masa lalumu tapi peduli pada masa depanmu. Dan itu dilihat dari kami sekarang!’ Maka mari kita mulai dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang!” closing Ustadzah Qurrotu Ainy mengakhiri kajian tersebut. *(Tim Media Muhisa)

