
Jombang – Pesantren Jum’at Sabtu (PJS) SMP Muhammadiyah 1 Jombang yang sudah dilaksanakan sejak bulan Agustus 2024 akhirnya berada pada titik penghujung dan ditutup pada hari Jumat lalu, (21/02/2025).
Pembelajaran di luar jam efektif yang sengaja didesain dengan nuansa Pesantren dan dikhususkan untuk siswa-siswi kelas 9 ini bertujuan untuk memberikan tambahan materi keislaman, pengalaman dan juga kebersamaan.
Untuk menyambut penutupan PJS yang memadukan konsep Prom Night (malam perpisahan) dan nuansa Pesantren serta tetap memegang teguh nilai-nilai Islami, seluruh siswa kelas 9 menyiapkan penampilan terbaik masing-masing kelas dengan sangat matang. Meskipun bersamaan dengan kegiatan Sumatif Tengah Semester (STS) yang membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang ekstra, namun hal ini tidak menyurutkan semangat siswa kelas 9 untuk mempersiapkan penampilan mereka dengan sebaik mungkin.
Penutupan PJS berlangsung sebagaimana biasanya dengan diawali mengaji bersama, pembinaan, sholat berjama’ah, kultum santri dan kajian Hadist Arba’in. Hal yang berbeda dari PJS sebelumnya adalah terletak pada bagian pentas kreativitas siswa dan juga malam kebersamaan.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Jombang, Juni Muslimin, S.Ag dalam sambutannya menutup kegiatan PJS yang sudah terlaksana selama enam kali ini memberikan apresiasi kepada seluruh siswa kelas 9 karena telah aktif mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, terutama atas kerja keras mereka mempersiapkan acara penutupan PJS dengan sebaik mungkin.
“Semoga ilmu, pelajaran dan pengalaman berharga yang kalian dapatkan selama mengikuti PJS dapat memberikan manfaat dan menjadikan kalian pribadi yang sholih-sholihah,” lanjutnya.
Acara penutupan dengan konsep Prom Night ini diawali dengan penampilan Muhisa Band yang seluruh personelnya dari kelas 9. Dilanjutkan dengan penampilan tarian unik dan mengharukan dari masing-masing kelas.
Suasana haru di malam itu tidak dapat terbendung, seluruh siswa saling berpelukan, meminta maaf, deep talk dan menangis haru. Selain itu malam kebersamaan dilaksanakan penuh suka cita dengan bakar-bakar dan makan bersama serta dilanjutkan esok paginya dengan Muroja’ah hafalan Al-Qur’an, testimoni perwakilan kelas dan sayonara.
“Saya sangat berterima kasih kepada Muhisa karena selama tiga tahun telah mendidik saya dan teman-teman hingga akhirnya kami tahu dan mengerti banyak hal. Terutama untuk PJS yang selalu kami rindukan, yang sangat berkesan di hati kami,” ujar Kevin, salah satu perwakilan siswa. *(Qurani)
