Site icon SMP Muhammadiyah 1 Jombang

Nyruput Wedang Kopi

Oleh : Juni Muslimin

Lama tidak menikmati wedang kopi, apalagi bersama dengan orang-orang hebat pegiat literasi di seluruh sekolah se-Indonesia. Berkarya adalah kata kunci kegiatan Festival Literasi Nasional (FLN) 2024. Karya tulis dan buku menjadi bukti sukses literasi di sekolah. FLN 2024 dilaksanakan di Surakarta tanggal 27-28 April 2024, diikuti oleh kurang lebih 600 peserta dari seluruh Indonesia untuk sekolah yang telah mengirim karya buku dan lolos seleksi serta pemenang berbagai lomba yang diadakan oleh Nyalanesia.

Lenang Manggala CEO Nyalanesia menceritakan bahwa dulu saat masih sekolah, dikenal sebagai siswa yang sulit diatur, tidak kerasan di kelas, suka mecahin kaca dan yang dianggap kenakalan lainnya, pada akhirnya mengagumi sosok guru bahkan berkeinginan menjadi guru. Hal ini karena telah menemukan figur guru yang menyenangkan dan menginspirasi sehingga dapat menundukkan egonya yang tinggi.

Agus Mulyadi salah satu pembicara dalam FLN adalah seorang penulis buku, dalam materinya banyak memberikan motivasi kepada peserta agar mau menulis dari hal yang paling sederhana. Banyak membaca akan memperkaya perspektif atau sudut pandang untuk melihat berbagai persoalan. Dirinya dulu pernah membantu ibu berjualan nasi pecel yang dibungkus koran bekas, dari sini akhirnya dia sering membaca berbagai jenis koran dan majalah sehingga memperkaya pengetahuannya.

Acara Festival Literasi Nasional pada hari kedua diisi kegiatan Nyala Tour yang baru tahun ini diadakan. Diikuti kurang lebih 120 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta mendapatkan pengetahuan tentang sejarah batik di Indonesia oleh mas Zubair dari gerai Batik Danarhadi milik dari bapak H. Santosa Doellah (alm).

Sesi materi selesai dilanjutkan sesi praktik membatik oleh semua peserta dengan dipandu tim dari Batik Danarhadi. Peserta dibagi kelompok dengan 5 anggota, setiap anggota mendapatkan 1 potong kain putih dengan gambar motif dan 1 canting untuk membatik. Tugas membatik harus selesai kemudian didokumentasikan oleh panitia.

Terima kasih Nyala Tour, kita dapat memahami sejarah batik di Indonesia, jenis motif batik dan makna filosofi dari tiap detail gambar atau batik. Pemahaman ini agar kita tidak keliru membeli motif batik saat memakainya. Kita juga dapat mengetahui perbedaan batik asli dan aspal yang saat ini sulit dibedakan karena kemajuan teknologi.

Wedang kopi di cangkir hampir habis, namun semangat berliterasi tidak boleh habis walaupun buku sekolah kita belum mendapatkan juara. Tema FLN 2024 “Indonesia Berkarya” harus menyalakan semangat anak-anak hebat demi masa depan mereka. Sebagaimana motto Nyalanesia, yaitu “Menyala Masa depanku”.


Surakarta, 28/04/2024

Exit mobile version