Site icon SMP Muhammadiyah 1 Jombang

SHARING PARENTING, MENYADARI BAKAT DAN KECERDASAN ANAK YANG BERVARIASI ITU PENTING

Oleh : Aminudin Budi Kurniawan., S. Sos.I

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=733297153854071&id=100015213796952

Kegiatan Parenting SMP Muhimmadiyah 1 Jombang

Semua siswa hebat, tidak ada siswa bodoh, semua anak adalah juara, dan tidak ada istilah anak nakal. Semua itu terangkum dalam multiple intelligence.

Pemahaman setiap anak hebat harus selalu dikampanyekan, digalakkan, dan diviralkan. Tentu saja lembaga pendidikan adalah agen paling tepat, setidaknya paling cepat memviralkan gerakan perubahan “semua anak adalah juara”.

Mengingat pentingnya pentingnya saling memahami serta menjalin kerjasama antara sekolah dan orang tua tentang perkembangan anak, SMP Muhammadiyah 1 Jombang pun ikut aktif menyebarkan pemahaman tersebut dalam acara Parenting dengan mengundang wali murid kelas VII pada Sabtu lalu. (5/10/2019)

Dalam acara tersebut, setelah Kepala Sekolah menyampaikan sambutan, saya selaku guru BK pun diberi kesempatan untuk menyampaikan seputar BK kepada wali murid.

“BK bukan polisi sekolah atau hakim sekolah, tetapi adalah mitra anak, sabahat siswa.” Mendengar pernyataan saya itu, banyak wali murid yang senyum-senyum. Mungkin selama ini mereka sudah salah paham menganggap bahwa BK adalah momok yang menakutkan. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. He..

Selanjutnya, materi Multiple Intelligence dibawakan langsung oleh Bapak Hartono, seorang ustad, guru, konselor, sekaligus pemegang lisensi alat tes psikologi. Bisa dibilang beliau satu-satunya guru di Jombang yang memilikinya. Dan saya, belajar banyak dari beliau.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan tentang kecerdasan anak yang berbeda-beda.

“Seberapa hebat anak saya? Seberapa hebat anak anda? Benarkah ada anak yang benar-benar hebat dalam segala hal?” tanya beliau kepada audiens.

“Rasanya sulit menemukannya, atau mustahil. Setiap anak memiliki kecerdasan dan kehebatan yang luar biasa namun tidak sama,” lanjut beliau.

Ya, setiap anak memiliki bakat minatnya sendiri. Tidak sama, tidak identik. Betapa menyesakkan saat kecerdasan hanya diukur dalam salah satu unsur atau bagian saja. Multiple Intelligence adalah jawaban dari itu semua.

Multiple Intelligence sering diterjemahkan sebagai kecerdasan majemuk. Menjadi air segar di tengah gurun. Menjadi alternatif para pendidik untuk menggali kemampuan anak didik.

Kecerdasan itu tidak tunggal dan selalu bergerak. Tidak ada ukuran yang pasti seperti apa anak cerdas itu. Apakah anak cerdas dan pintar adalah yang juara kelas? Yang selalu mendapat nilai seratus dalam ujian? Ataukah anak yang cerdas adalah yang memiliki sopan santun terhadap orang tua? Membantu jualan, membantu membersihkan rumah. Atau apakah anak yang cerdas adalah mereka selalu siap sedia menolong orang lain? Atau juga juara menyanyi? Juara mengaji? Tidak ada ukuran yang pasti.

Materi Multiple Intelligence tampaknya sangat memikat bagi para orang tua. Mendapat pemahaman baru membuat para orang tua tidak terasa dua jam menjalani diskusi sekaligus melihat hasil tes MIR putra-putringa. Mereka asyik menyimak dan bertanya.  Mereka tampak lebih rileks menjadi orang tua. Banyak pilihan untuk menjadikan anak cerdas dan bermanfaat. Tidak ingin lagi menghakimi kelemahan anak. Dan ingin selalu memotivasi bakat minat anak.

Selanjutnya adalah kita tunggu kehebatan-kehebatan yang diciptakan siswa dan alumni SMP Muhammadiyah 1 Jombang. Mungkin sambil ngobrol dan ngopi bareng. He..

Exit mobile version